Publikasi jurnal Sinta 2 adalah target bergengsi dengan alasan yang sangat rasional: nilai angka kreditnya setara Sinta 1 (KUM hingga 25 poin), diakui untuk kelulusan S2/S3, sertifikasi dosen, dan kenaikan jabatan fungsional tapi tingkat kesulitannya masih bisa ditembus dengan persiapan yang benar. Masalahnya, sebagian besar naskah gagal bukan karena risetnya jelek, melainkan karena salah strategi: naskah belum layak, salah memilih jurnal, atau menyerah di tahap revisi.
Panduan ini menyusun seluruh prosesnya secara berurutan: cek kelayakan naskahmu dulu (5 pertanyaan kunci ala reviewer), cara memilih jurnal Sinta 2 yang benar (termasuk jebakan akreditasi kedaluwarsa), tahapan submit sampai terbit, etika yang tidak boleh dilanggar, hingga perbandingan jalur mandiri vs pendampingan.
Panduan pendukung: tempat publikasi jurnal Sinta → dan publikasi jurnal Sinta 1 →
⚡ Ragu naskahmu sudah selevel Sinta 2?
Penilaian Naskah Gratis — Tahu Posisi Naskahmu dalam 1×24 Jam
Jujur, terperinci, tanpa kewajiban | Semua rumpun ilmu
🔍 Langsung ke Bagian yang Kamu Cari…
Apa Itu Jurnal Sinta 2 & Kenapa Sepadan Diperjuangkan
Jurnal Sinta 2 adalah jurnal nasional terakreditasi peringkat kedua tertinggi (skor 70–85) dalam sistem SINTA yang dikelola Kemdiktisaintek. Jurnal di level ini diseleksi ketat dari sisi substansi, metodologi, kebaruan riset, manajemen editorial, dan konsistensi terbit.
📈 KUM maksimal 25 poin — setara Sinta 1, tertinggi di kategori jurnal nasional terakreditasi; sangat berharga untuk PAK & BKD dosen
🎓 Standar kelulusan S3 — banyak program doktoral menetapkan Sinta 2 sebagai syarat minimal publikasi nasional
🔬 Modal hibah & reputasi — rekam jejak Sinta 2 memperkuat pengajuan hibah penelitian dan peluang sitasi
⚖️ Masih realistis — berbeda dari Sinta 1 yang umumnya berbahasa Inggris penuh dan antreannya sangat panjang, Sinta 2 bisa ditembus dengan naskah Indonesia/Inggris yang dipersiapkan matang
Sebelum Submit: 5 Pertanyaan yang Diam-Diam Diajukan Reviewer ke Naskahmu
Kebanyakan panduan langsung membahas cara submit. Padahal penyebab penolakan #1 di Sinta 2 adalah naskah yang belum layak. Uji naskahmu dengan 5 pertanyaan ini — jika ada satu saja yang jawabannya “tidak”, perbaiki dulu sebelum submit:
Kebaruan (novelty) harus tertulis eksplisit di pendahuluan: gap penelitian sebelumnya apa, dan naskahmu mengisi gap yang mana. Riset deskriptif tanpa kontribusi jelas hampir pasti ditolak di desk review.
Sampel, instrumen, teknik analisis, dan (untuk kuantitatif) uji validitas-reliabilitas harus lengkap. Reviewer Sinta 2 adalah pakar metodologi — bagian metode yang tipis adalah undangan penolakan.
Hasil tidak cukup dilaporkan — harus dibandingkan dengan temuan riset lain: mendukung siapa, bertentangan dengan siapa, dan kenapa. Gunakan mayoritas referensi 5–10 tahun terakhir dari jurnal bereputasi.
Jurnal Sinta 2 umumnya menetapkan ambang Turnitin 15–20%. Cek sebelum submit — similarity tinggi membuat naskah gugur tanpa sempat dibaca substansinya.
Template, gaya sitasi, struktur heading, jumlah halaman — semua harus mengikuti author guidelines jurnal. Naskah yang formatnya asal-asalan dibaca editor sebagai sinyal penulis yang tidak serius.
Cara Memilih Jurnal Sinta 2 yang Benar (Banyak yang Salah di Sini)
Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id → Sources → Journals, filter peringkat S2 dan bidang ilmumu. Dari hasilnya, saring dengan 4 kriteria ini:
- ✅ Scope sesuai topik naskahmu — baca Aims & Scope di website jurnal; kesesuaian scope adalah filter pertama editor
- ✅ Akreditasi masih berlaku — cek tanggal akreditasi di profil SINTA jurnal (berlaku 5 tahun); hindari yang mendekati kedaluwarsa tanpa kejelasan re-akreditasi
- ✅ Konsisten terbit — buka halaman Archives; jurnal yang bolong edisinya tanda manajemen bermasalah dan berisiko turun peringkat
- ✅ Jadwal terbit cocok dengan tenggatmu — jurnal terbit 2×/tahun berarti antrean panjang; untuk deadline ketat, prioritaskan yang terbit lebih sering
❌ Tanda bahaya
- ❌ “Jurnal Sinta 2” yang tidak ditemukan di portal SINTA — abal-abal
- ❌ Menjanjikan review kilat tanpa proses — jurnal kredibel tidak begitu
- ❌ Meminta biaya besar di awal sebelum ada keputusan editorial
Tahapan Publikasi Jurnal Sinta 2: Submit Sampai Terbit
Total jalur mandiri yang realistis: 4–10 bulan. Ingat juga etika yang tidak bisa ditawar: satu naskah hanya boleh disubmit ke satu jurnal pada satu waktu. Submit serentak ke beberapa jurnal (simultaneous submission) adalah pelanggaran etika publikasi yang bisa berujung pencabutan artikel dan rusaknya reputasi akademikmu.
Jalur Mandiri vs Pendampingan: Mana yang Cocok Untukmu?
Jalur mandiri sepenuhnya layak jika waktumu longgar dan kamu siap mengelola proses sendiri — panduan di atas cukup untuk memulai. Pendampingan menjadi masuk akal saat tenggatmu ketat, naskah masih perlu dikuatkan, atau kamu tidak mau mempertaruhkan satu-satunya kesempatan submit. Perbandingan lengkap ketiga jalur tempat publikasi bisa kamu baca di artikel tempat publikasi jurnal Sinta →
✨ Sahabat Publikasi — Pendampingan Publikasi Jurnal Sinta 2
Naskahmu Dinilai Dulu, Dikuatkan, Baru Diberangkatkan ke Sinta 2
💰 Sudah termasuk:
Kirim naskahmu via WhatsApp — dalam 1×24 jam kamu tahu posisinya: siap berangkat ke Sinta 2, atau apa saja yang perlu dikuatkan dulu. Penilaiannya gratis dan jujur, apapun hasilnya.
Penutup
Publikasi jurnal Sinta 2 bukan soal keberuntungan — ia soal urutan yang benar: pastikan naskah lolos 5 pertanyaan reviewer, pilih jurnal yang scope-nya cocok dan akreditasinya masih hidup, ikuti proses dengan sabar, dan respons revisi dengan cepat serta profesional. Dengan persiapan seperti itu, level yang terkenal “sulit” ini menjadi target yang sangat bisa dicapai — dan nilai KUM 25 poinnya sepadan dengan setiap usahanya.
FAQ
Apakah mahasiswa bisa publikasi di jurnal Sinta 2?
Bisa — tidak ada larangan formal. Praktiknya, Sinta 2 paling umum ditembus mahasiswa S3 dan S2 (sering berkolaborasi dengan dosen pembimbing). Untuk mahasiswa S1, target yang lebih realistis biasanya Sinta 4–6, kecuali risetnya memang kuat.
Berapa lama proses publikasi jurnal Sinta 2?
Jalur mandiri realistisnya 4–10 bulan (desk review, peer review, revisi, antrean edisi). Dengan pendampingan dan pemilihan jurnal yang jadwal terbitnya tepat, prosesnya bisa dipersingkat menjadi 1–3 bulan.
Bolehkah submit satu naskah ke beberapa jurnal Sinta 2 sekaligus biar cepat?
Tidak boleh. Simultaneous submission adalah pelanggaran etika publikasi ilmiah yang bisa berujung pencabutan artikel (retraction). Satu naskah, satu jurnal, pada satu waktu — jika ditolak, baru boleh ke jurnal berikutnya.
Apa bedanya publikasi Sinta 2 dengan Sinta 1?
Nilai KUM keduanya sama (maksimal 25 poin), tapi Sinta 1 (skor 85–100) jauh lebih selektif: umumnya berbahasa Inggris penuh, banyak yang setara jurnal internasional, dan prosesnya 6–12 bulan. Itulah kenapa untuk sebagian besar kebutuhan, Sinta 2 adalah pilihan paling efisien — perbandingan lengkapnya ada di panduan publikasi jurnal Sinta 1 →









Leave a Reply